Blogger Templates

Selasa, 14 Juni 2011

Magic Falls


Part 1

“ Pagi Kak..” sapa Ify

“ Pagi Fy..sarapan yuk..” ajak Gabriel. Ify mengangguk dan duduk berhadapan Gabriel

“ Kak..nanti gak usah jemput Ify yah..”

“ Kenapa?”

“ Ify masih ada tugas di sekolah..”

“ Oh ya udah..”

Gabriel dan Ify berbeda 3 tahun. Ify kini sudah 3 SMA, sedangkan Gabriel kuliah tingkat 4. setelah sarapan Gabriel mengantar Ify ke sekolah

****

“ Fy, jadi kan?” tanya Shilla memastikan janjinya

“ Iya..kita kesana sekarang..”

Shilla dan Ify pun menuju rumah bu Ira kepala sekolah Magiconia International School untuk mendiskusikan sebuah acara. Tak berapa lama mereka sampai di rumah bu Ira yang berkesan klasik.

“ Ayo masuk..” ajak Bu Ira

“ Maaf bu, kami telat..” kata Ify ramah

“ Gak papa.. kalian udah siapin semua proposal acaranya?” tanya Bu Ira

“ Iya bu.. ini silahkan ibu lihat dulu..” Shilla memberikan proposal.

“ Tema yang kalian buat apa?” tanya Bu Ira

“ Kebudayaan melukis bu.. di acara pensi nanti selain ada pertunjukkan band, saya sama Shilla mau membuat sebuah pameran hasil karya sanggar melukis bu..” jelas Ify

“ Menarik... oke, Ibu menyetujuinya.. ibu harap acara nanti akan berjalan dengan baik..”

“ Makasih bu.. kalo gitu kami pamit..” kata Shilla.

****

Di bukit yang begitu indah terlihat hamparan padang rumput yang hijau. Dan terlihat seorang pemuda sedang mengamati gadis manis yang sedang berlarian dengan beberapa anak kecil. Karena gadis itu meliat kakaknya yang dari tadi hanya melamun akhirnya memutuskan untuk menghampirinya.

“ Mau ikut main?” tanya gadis itu ramah

“ Kamu aja Via... kakak lagi males..” jawabnya pada adik perempuan satu-satunya

“ Ih..kak Rio mah gitu... ya udah kalo gak mau ikutan..” Sivia pun kembali bermain bersama anak-anak kecil tadi.

Kedua orang tua Rio dan Sivia sudah lama meninggal akibat suatu peristiwa yang tak pernah mereka berdua sangka

****

Malam Hari

“ Fy, kamu mau ikut gak..?”

“ Kemana kak?”

“ Kakak mau ke Bandung, ada tugas dari dosen...”

“ Kapan?”

“ Weekend nanti...mau ikut?”

“ Iya..”

“ Ya udah, mending sekarang kamu tidur udah malem..”

“ Siap Bos..”

****

Gabriel dan Ify sudah siap pergi. Ify tak akan melewati moment spesial ini karena mungkin di perjalanan nanti Ify akan menemui pemandangan yang bagus untuk jadi objek lukisnya. Selama perjalanan, Ify terus mengamati daerah yang menurutnya indah dan menumpahkannya ke dalam kanvas dan terbentuk menjadi sebuah lukisan. Gabriel hanya bisa tersenyum melihat adiknya.

“ Semakin hari, lukisan kamu tambah bagus Fy..” puji Gabriel

“ Apaan sih kak, Ify kan bukan pelukis handal..”

“ Bentar lagi kita sampai, tempatnya indah banget.. kamu pasti suka..”

Ify hanya tersenyum. Gabriel langsung menuju lokasi yang mereka tuju yaitu sebuah air terjun yang sangat indah, namun lokasinya hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

“ Yuk Fy...kita jalan ke dalem..” ajak Gabriel yang sudah memarkirkan mobilnya di tempat yang aman.

“ Oh..oke, bantuin bawa alat lukis Ify donk kak..” pinta Ify. Gabriel pun membawa kanvas kosong.

Tak cukup lama mereka berjalan, terdengar suara percikan air yang deras. Ify semakin tak sabar melihatnya. Langkahnya di percepat dan hasilnya, kini terpampang di depan mata Ify sebuah air terjun yang menjulang tinggi yang terlihat indah. Dan disana pula terlihat seberkas pelangi yang semakin menambah cantik tempat itu.

“ Amazing..” gumam Ify

“ Iya..indah banget kan Fy..” tambah Gabriel

“ Tapi kog sepi banget kak?” tanya Ify

“ Tempat ini tak banyak yang tau, hanya beberapa teman serta dosen kakak yang dulu pernah kesini” kata gabriel

“ Padahal kan bagus, tapi kog gak di lestarikan yah..” Ify bersiap melukis air terjun. Sedangkan Gabriel mulai meneliti tempat itu.

“ Kak, nama air terjun ini apa?” tanya Ify

“ Katanya sih ‘ Magic Falls ‘....”

“ Aneh banget namanya?” Ify merasa bingung

Gabriel pun mulai duduk disamping adiknya

“ Dosen kakak bilang, dulu tempat ini bisa menjadi jalan ke sebuah dunia yang gak diketahui manusia..”

“ Berarti ada hal mistisnya donk?”

Gabriel mengangkat bahunya dan langsung menyelesaikan tugasnya meninggalkan Ify sendiri melukis indahnya air terjun itu. Ify seakan terhipnotis akan keanggunan air terjun itu, yang airnya terlihat jernih dan mungkin segar. Namun kenapa tempat ini bisa dikatakan sebgai tempat yang mistis. Itu yang kini ada dibenaknya. Saat akan selesai menggambar, tak sengaja Ify melihat seorang laki-laki yang berdiri dekat dengan air terjun itu. Ify tersentak kaget

****

Rio yang sedang berjalan jalan mencari tempat yang nyaman tak sengaja tiba di sebuah gua yang mungkin jarang di datangi oleh penduduk disana. Rio terus berjalan masuk dan ia mendengar suara percikan air.

“ Suara dari mana itu?” tanya Rio penasaran. Rio mencoba mencari asal suara itu.

Di depan matanya kini terlihat cahaya yang mungkin adalah jalan keluar dari gua itu. Namun setelah mendekat, hanya terdapat jalan yang kecil untuk keluar Rio berusaha untuk keluar dari gua. Saat setelah keluar dari gua, pandangan Rio langsung tertuju pada seorang gadis yang duduk dan melakukan hal yang tak diketahui Rio. Tanpa sadar Rio menggumam ‘ Cantik ‘

Gadis itu pun melihat dirinya. Raut wajah gadis itu berubah bingung.

****

Ify berjalan mendekat ke arah orang itu. Dan kini jarak mereka hanya 1 meter.

“ Loe manusia kan?” tanya Ify. Orang itu mengerutkan dahi tanda tak mengerti apa yang di ucapkan Ify.

“ Em...maksudnya?” tanya orang itu

“ Kamu manusia kan?” tanya Ify lagi sambil terus melihat orang itu dengan pakaian yang menurutnya aneh.

“ Iya..kamu siapa?” tanyanya

“ Gue...eh aku.. Ify..” kata ify mengulurkan tangannya. Rio sama sekali tak mengerti apa maksud Ify mengulurkan tangannya.

“ Aku Rio... kamu cantik..” puji orang itu yang ternyata Rio. Reflek Rio pun memegang pipi Ify. Rio terpesona pada gadis yang kini berada dihadapannya.

Ify tersipu malu dengan sikap rio yang menatap tajam matanya. Lalu Gabriel memanggil Ify.

“ Ify....”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar