Part 2
@Kamar Ify
Ify sedang menatap foto dirinya dengan seseorang yang sangat ia rindukan, dia adalah Debo orang yang mengerti Ify sejak kecil namun kini dia tak tau dimana Debo berada. Semenjak saat itu Ify sering bengong mikirin Debo. Namun semua pikirannya itu ditutupinya oleh sifatnya yang ceria.
Flashback
Ify dan Debo masih berumur 8 tahun. Mereka adalah teman dari sejak kecil. Mereka berpisah saat Debo pindah bersama orang tuanya ke Bandung.
Ify dan debo sedang duduk di danau dekat komplek mereka.
“ Fy, kamu senang gak hari ini?” tanya Debo
“ Seneng banget, aku capek banget udah muter-muter komplek sama kamu..” kata Ify sambil
mengatur nafasnya yang lelah.
“ Fy, aku mau ngomong sesuatu sama kamu, tapi kamu jangan marah yah..”
“ Ngomong apa Debo?”
“ Besok aku mau pindah ke Bandung Fy,.”
“ Yah, kog gitu sih, terus aku nanti main sama siapa?”
“ Kan ada kak Iyel, kamu masih bisa muter-muter komplek sama kak Iyel.”
“ Tapi kamu janji yah, nanti balik lagi ke sini..” kata Ify mengulurkan jari kelingkingnya.
“ Iya, aku janji, tapi kamu jangan lupain aku yah.” Kata Debo melingkarkan jari kelingkingnya
ke kelingking Ify.
“ Aku janji..”
Flashback end
Semenjak itu, Ify tak pernah lagi bertemu ataupun mendapat kabar tentang Debo. Ify begitu merindukan sosok sahabatnya itu.
“ Debo, aku kangen sama kamu..” lirih Ify. Tak lama Ify pun tertidur karena kelelahan.
Keesokan Harinya
Ify bangun pagi sekali karena hari minggu Ia ingin bersepeda untuk mengelilingi komplek saat
ia bersama Debo dulu. Ify pun mengeluarkan sepedanya dari garasi.
“ Ify, loe mau kemana?” tanya Iel
“ Mau muter-muter komplek kak..”
“ Oh ya udah, hati-hati yah..” Ify mengangguk dan mulai mengayuh sepedanya.
Ify mengelilingi jalan yang dulu ia dan Debo sering lalui.
‘ Coba ada Debo, pasti seru deh ‘ batin Ify
Karena Ify tak melihat jalan Ia pun menabrak sebuah pohon dan terjatuh.
Bruk...
“ Aduh....kaki gue sakit...” rintih Ify memegangi kakinya yang sedikit terkilir.
“ Sini gue bantuin..” kata Seseorang. Ify melihat orang yang akan menolongnya.
“ Kak Rio?”
“ Ify, kog loe bisa jatuh sih?”
“ Hehe..gue tadi gak liat jalan jadi nabrak deh..” Ify cengengesan
“ Mana yang sakit?” tanya Rio perhatian.
“ Kaki gue yang sakit.. Oh iya kog kakak bisa ada disini?”
“ Tuh rumah gue, gue tadi ngeliat orang yang nabrak pohon eh gak taunya elo..” kata Rio
mencoba mengobati kaki Ify yang terkilir
“ Aduh..duh..sakit kak pelan-pelan dong..”rintih Ify
“ Cuma terkilir , besok udah sembuh kog...” kata Rio membantu Ify berdiri dan berjalan ke arah rumah Rio
“ Lah kog kerumah loe kak, gue mau balik, trus sepeda gue gimana?”
“ Ih loe bawel banget sih, kaki loe kan sakit gue anter loe pake mobil, sepeda loe nanti gue anter.”
‘ Baik banget sih kak Rio’ batin Ify
Rio pun mengantar Ify kerumahnya. Rio membantu Ify berjalan.
“ Eh..eh..Loe apain Io adek gue..?” kata Iyel keluar rumah karena mendengar suara mobil dari arah depan rumahnya.
“ Adek loe nabrak pohon dan kakinya terkilir,” kata Rio
“ Lah kog bisa loe yang nganterin..?” tanya Iel
“ Dia jatuh dideket rumah gue..” kata Rio mendudukan Ify di ruang tamu.
“ Hehehe...sorry kak, Ify tadi lagi gak liat jalan..” kata ify nyengir
“ Emangnya loe mikirin apaan?” tanya Iyel
“ Nunggu hujan duit...” canda Ify
Tukk.. Iyel menjitak Ify
“ Kalo ditanya itu jawab yang bener..” kata Iyel. Rio hanya senyum-senyum ngeliat tingkah
kakak adek itu.
“ Ehm...mikiriin....ada deh..” kaat Ify berjalan ninggalin Iyel dan Rio diruang tamu.
“ Ify...” kata Iyel kesel.
“ Dadah kakak2ku..” kata Ify dari balik kamarnya. Iyel hanya menggerutu kesal.
“ Thanks yah Io, udah nolong adek gue...” kata Iyel
“ sama-sama Yel, oh yah, gue balik dulu mau ngambil sepeda adek loe dirumah gue..” kata Rio
“ Maaf yah Io, ngerepotin loe..”
“ Biasa aja..kali Yel..” kata Rio memasuki mobilnya dan pulang kerumahnya.
****
“bila harus ku berlari, bila harus ku terjatuh, bila nanti ku terluka, ku tak akan meminta, di sinilah ku berdiri, di sinilah ku bertahan, aku tak akan berpaling, karna ku bisa dan ku akan terbang...” Ify bernyanyi lagu sambil menuju meja makannya.
“ Pagi Fy..” kata Iyel yang sudah ada di meja makan.
“ Pagi kak...” kata Ify duduk dikursi didepan Iyel.
“ Fy, gue gak bisa bareng yah sama loe?” kata Iyel yang udah siap berangkat.
“ Yahhh, gue sama siapa?” kata Ify
“ Orangnya ada didepan, udah nunggu loe, gue nyuruh dia buat nganter loe sekolah. Ya udah
ya bye...” kata Iyel keluar rumah.
“ Io, gue titip Ify yah..” kata Iyel. Rio mengangguk
Ify segera menghabiskan sarapannya dan melihat orang yang akan mengantarnya.
“ Kak Rio..” kata Ify yang melihat ke depan rumah
“ Udah siap Fy, berangkat yuk..” ajak rio
“ Kog kak Iyel gak bisa nganter gue yah..”
“ Katanya mau bareng sama Shilla, jadi loe sama gue..yuk ntar telat..” kata Rio menaiki cagiva hijau. Ify mengikuti Rio dan mereka berangkat kesekolah.
@Sekolah
Rio dan Ify kekelas mereka masing-masing. Ketika di kelas Ify, dia melihat Shilla sudah duduk manis sambil ngobrol ria bersama Via dan Agni.
“ Enak banget yah, pergi ke sekolah sama pacar, adek pacarnya malah pergi dengen orang
lain..” sindir Ify
Shilla yang merasa dirinya disinggung angkat bicara. “ Hhehe..sorry Ify, gue tadi bareng
sama kakak loe, soalnya bokap gue lagi diluar kota jadi gak ada yang nganter deh..” Shila hanya senyum-senyum gaje sama Ify
“ Huh..elo tuh, untung aja ada kak Rio, kalo enggak, gue ngamuk deh sama loe..” kata Ify
manyun
“ Cie...pergi bareng nih sama Kak Rio...” kata Agni menggoda
“ Ada yang lagi pdkt nih..” tambah Via
“ Apaan sih kalian, gue cuma temen kog sama kak Rio” Kata Ify
“ Udah sama kak Rio aja, dari pada sama Debo yang gak jelas keberadaanya..” kata Shilla
“ Udah ah, males gue ngomong sama kalian...mending gue kerjain pr dulu..” kata Ify menulis pr nya disekolah.
“ Ckckck..Ipy...ipy kapan sih loe gak buat pr disekolah..” kata Agni geleng-geleng
“ Kapan-kapan...” balas Ify
****
Ify sedang jalan-jalan sore dengan sepedanya, ia pergi ke danau yang ada di dekat komplek yang dulu ia dan Debo sering kesana. Ify duduk diatas rerumputan yang hijau, sambil memandangi danau yang terlihat indah saat sore menjelang.
‘ Aku kangen banget Deb sama kamu, kamu inget gak sama janji kita’ batin Ify
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Ify lalu duduk disamping Ify.
“ Ngapain disini Fy..” tanya orang itu
“ Kak Rio, gue lagi nikmatin keindahan danau ini kak, kalo loe kog bisa kesini.?” Ify menatap
Rio. Dan Rio merasa jantungnya berdetak sangat kencang susah untuk dikendalikan.
“ Gue...gue...tadi abis main basket trus gue liat sepeda elo didepan yah, gue samperin aja..” kata Rio gugup.
“ Oh...” kata Ify kembali melihat danau yang ada di depannya
“ Loe sering kesini?”
“ Iya..” kata Ify tanpa menoleh ke Rio
“ Indah banget yah danaunya..”
“ Banget kak, gue dulu sering kesini sama sahabat gue dan disini adalah tempat favorit kita.”
“ Trus sahabat loe mana?”
“ Dia udah pindah ke Bandung, gue kangen banget sama dia kita gak pernah ada komunikasi sama sekali, dan sampai sekarang gue gak tau dia dimana dan gimana keadaannya..?” curhat Ify
“ Nama sahabat loe siapa?”
“ Debo, dia sahabat terbaik gue. Lah kog gue jadi curhat sama loe kak, maaf yah..” kata Ify baru menyadarinya.
“ Gak papa kog Fy, kalo loe butuh tempat curhat, gue siap jadi tempat loe curhat..”
“ Kak...” panggil Ify pelan tanpa menoleh ke Rio
“ Apa?”
“ Loe kog perhatian banget sama gue..?” Tanya Ify menatap Rio
‘ Aduh, gue harus jawab apa?’ batin Rio
“ Gue...gue...perhatian kog sama setiap orang...” Kata Rio bohong.
“ Oh...” kata Ify kembali melihat hamparan danau didepannya.
Matahari hampir tenggelam. Ify menikmati sunset bersama Rio disampingnya..
Rio sengaja melihat muka Ify yang sangat cantik terkena sinar matahari sore,, begitu Indah
‘ Gue suka Fy sama loe, Loe itu indah banget ‘ batin Rio
Tidak ada komentar:
Posting Komentar