Part 6
Rio dan Sivia masih terus menelusuri jalan setapak menuju arah timur. Hari sudah hampir gelap dan mereka memutuskan untuk beristirhata sejenak di tepi sungai yang akan mereka seberangi.
“ Kak, kita istirahat disini aja yah.. Via udah capek nih...” keluh Sivia
“ Ya udah, kakak cari kayu bakar dulu yah.. abis itu kita tangkap ikan..” kata Rio bergegas mencari kayu bakar untuk membuat api unggun
Sivia pun mencoba mencari tumbuhan yang dapat ia jadikan bumbu untuk masakan.
****
“ Vin, gue capek nih..” kata Shilla yang berhenti berjalan
“ Sama...gue juga..” kata Ify
“ Udah 2 jam lebih muter nih hutan gak ketemu-ketemu jalannya...” ungkap Gabriel
“ Gimana kalo kita bermalam disini dulu..” usul Alvin
“ Ah..gak mau, disini gelap, serem lagi..” kata Shilla
“ Apa gak terlalu berbahaya Vin?” tanya Ify
“ Gue sama kak Gabriel yang akan bergantian berjaga... udah kalian duduk aja di pinggir pohon itu..keliatannya aman..bentar lagi malam nih..” kata Gabriel
Shilla dan Ify pun berjalan menuju pohon yang besar untuk menyandarkan diri sejenak.
“ Yah..kog hape gue gak idup sih..padahal baterenya kan full..” kata Shilla yang mencoba menghidupkan hapenya
“ Disini kita gak bisa gunain semua alat elektronik kaya di tempat kita... gue aja dulu mau ngambil gambar tapi gak bisa..” jelas Ify
“ Huh...gak asik....” Shilla manyun
Lalu Gabriel dan Alvin menghampiri Ify dan Shilla.
“ Fy, snack yang tadi dibawa masih ada kan?’ tanya Gabriel
“ Iya kak, nih..” kata Ify mengeluarkan beberapa makanan ringan
“ Laper yah..” kata Alvin
“ Banget, mana gelap lagi, Cuma senter ini yang bisa nerangin..” kata Gabriel
“ Kak, gimana kalo kita buat api unggun..” usul Ify
“ Ya udah, gue sama Alvin cari kayu bakar dulu yah..” kata Gabriel
“ Iya, jangan lama-lama..” pesan Shilla
****
“ Kak... kita istirahat dulu yuk, bentar lagi gelap nih..” kata Sivia
“ Hm..ya udah kakak cari ikan dulu yah buat kita makan..” kata Rio menuju sungai. Sedangkan Sivia mencari kayu akar di sekitaran sungai
“ Hm..banyak juga yah kayu bakar disini...kayanya udah cukup deh..” kata Sivia membawa tumpukkan kayu bakar.
“ Kak.. gimana? Ikannya udah dapet belom?” teriak Sivia
“ Iya, bentar lagi..” kata Rio
Sivia pun memuat api unggun. Tak lama Rio datang dengan membawa 3 ekor ikan yang ditangkapnya dari sungai.
“ Nih, Via..kita bakar sekarang..” kata Rio
“ Iya kak, udah laper nih..” kata Sivia tak sabaran
“ Huh..kalo makanan aja nomor satu..” kata Rio mengacak rambut adiknya
“ Hehehe... kak, kog ada 3 ikannya, emang yang satu lagi buat siapa?” tanya Sivia
“ Yah jaga-jaga aja, siapa tau kamu mau nambah lagi...” kata Rio
“ Ye...kakak kira aku rakus yah..gak kali...” kata Sivia manyun
“ Iya deh, kamu kan adik kakak yang paling imut ih..” kata Rio mencubit pipi Sivia
“ Sakit tau, udah kak ikannya udah harum nih, udah masak kali..kita makan sekarang yuk..” kata Sivia
“ iya..makan aja..”
****
“ Vin, gue kira segini cukup deh..” kata Gabriel
“ Iya, mending kita langsung balik aja..” kata Alvin
Mereka pun langsung menuju Shilla dan Ify. Namun ada sesuatu yang membuat mereka berhenti.
“ Kak, loe nyium bau sesuatu gak?” tanya Alvin
“ Iya, kaya ada orang yang lagi bakar ikan..” tebak Gabriel
“ Dimana yah? Enak banget lagi baunya..” kata Alvin
“ Eh, Vin.. coba lihat disnaa, kayanya ada orang deh, kita samperin yuk..” kata Gabriel melihat sebuah cahaya dari balik pepohonan
“ Gak kak, gue takut, ntar bukan orang lagi, tapi penghuni hutan..” kata Alvin bergidik ngeri
“ Yah loe mah, loe kan cowo masa takut sama yang begituan..ayo ah..” Gabriel melangkah maju dan mau tak mau Alvin mengikuti Gabriel dari belakang.
Mareka pun mengendap-endap dari balik pohon dan melihat 2 orang manusia yang sedang makan ikan bakar yang tak lain adalah Rio dan Sivia.
“ Vin, kayanya mereka manusia kan?” tanya Gabriel ke Alvin
“ Iya, tapi kog pakaiannya aneh sih...” kata Alvin
“ Mungkin mereka orang yang tinggal disekitar sini..”
“ Siapa itu?” tanya Rio yang mendengar suara-suara yang mencurigakan
“ Mati kita, ketauan kan..balik yuk kak..gue takut nih..” kata Alvin
Bukannya pergi malah Gabriel keluar dan menghampiri Rio dan Sivia.
“ Yah, nih anak mau nyari masalah..” kata Alvin nepuk jidatnya. Lalu Alvin memilih untuk kembali ke tempat Shilla dan Ify.
“ Siapa kamu?” tanya Rio. Sivia sedikit mendekat ke Rio
“ Hm.. apa loe tinggal disini?” tanya Gabriel
“ Maksud kamu?” tanya Rio bingung
‘ Apa nih orang gak ngerti bahasa gue yah ‘ batin Gabriel
“ Siapa kamu?” tanya Rio lagi
“ Gue Gabriel..” kata Gabriel mengulurkan tangannya. Rio teringat saat Ify juga ernah melakukan hal yang sama seperti Gabriel
‘ Kog dia ngelakuin hal yang sama kaya Ify yah ‘ batin Rio heran
“ Kamu kenal Ify?” tanya Rio
“ Ify? Loe tau dari mana adik gue..” kata Gabriel. Sedikit demi sedikit Rio mengerti pembicaraan Gabriel
“ Adik kamu?”
“ Iya, Ify itu adik gue..”
“ Aku Rio... dan ini adik aku Sivia..” kata Rio memperkenalkan Sivia pada Gabriel. Sejenak Gabriel terpaku melihat Sivia yang kelihatan takut dengan Gabriel
“ Sivia..” kata Sivia pelan
‘ Apa ini Rio yang dimaksud Ify yah? ‘ pikir Gabriel.
Lalu Alvin datang bersama Ify dan Shilla.
“ Rio..” panggil Ify. Rio pun menoleh ke arah Ify
“ Dia siapa kak?” tanya Sivia menunjuk ke arah Ify dan yang lain.
“ Fy, kamu kog bisa disni?” tanya Rio yang akan mendekat ke Ify namun tak bisa karena Sivia memegang lengan Rio kuat
“ Hm..sebenernya tadi aku mau ketempat kamu, Io. Tapi waktu aku keluar dari gua, kami malah masuk ke hutan..” cerita Ify
“ Oh...”
Shilla dan Alvin memandang aneh ke arah Rio dan Sivia.
“ Fy, mereka siapa?” bisik Shilla ke telinga Ify
“ Oh iya, Io. Kenalin dulu ini temen-temen aku, ini Shilla dan ini Alvin. Nah kalo itu kakak aku kak Iyel..” kata Ify
“ Fy, jadi ini Rio yang loe maksud..?” tanya Gabriel
“ Iya kak..” jawab Ify. Sivia masih memandangi Alvin dan Shilla
“ Ngapain loe ngeliatin gue gitu?” tanya Shilla risih yang diliatin terus terusan.
“ Ih..galak banget kak..” kata Sivia yang sedari tadi berdiri di belakang Rio
“ Io, dia adik kamu?” tanya Ify
“ Iya Fy.. dia adik aku, Sivia namanya..” kata Rio.
“ Kog gitu sih giginya...serem deh..” kata Sivia yang melihat behel yang terpasang di gigi Ify
“ Oh ini, ini itu buat merapikan gigi...” kata Ify ramah.
KRYUKK-KRUYUK...
“ Nah loh, perut siapa tuh?” tanya Shilla kaget mendengar suara perut yang kelaparan
“ Hehe..perut gue Shill.” Kata Alvin yang nyengir. Sivia tertawa kecil melihat Alvin.
“ Nih untuk kamu..” kata Sivia memberikan ikannya yang baru sedikit dimakan
“ Tapi kamu?” tanya Alvin
“ Masih ada satu lagi kog..” kata Sivia tersenyum ramah pada Alvin. Shilla manyun melihat adegan itu.
“ Fy, ini untuk kamu...” kata Rio memberikan ikannya buat Ify.
“ Besar banget ikannya...aku gak bakalan habis nih..” kata Ify
“ Ya udah, kita makan berdua aja yah..” kata Rio
“ Lha gue?” tanya Gabriel sambil menunjuk dirinya
“ Ayo ini kita bagi dua ikannya..” kata Sivia pada Gabriel
“ Tuh kak..masih ada...” kata Ify
Lalu mereka pun makan berdua-duaan. Shilla dan Alvin, Rio dan Ify, Sivia dan gabriel
“ Nih Fy, ikannya udah dingin...” kata Rio memberikan sepotong bagian ikan pada Ify
“ Makasih Io..” kata Ify tersenyum manis
“ Iya, kamu tetap manis yah..” puji Rio. Rona merah pun timbul di pipi Ify
“ Eh, kamu ngapain disini?” tanya Ify
“ Hm..panjang ceritanya...” kata Rio. Sivia memandang sinis ke Ify.
‘ Kog bisa deket sama dia sih kak Rio..’ batin Sivia
“ Hey, sivia..” sapa Gabriel
“ Hm...” gumam Sivia
“ Kalo boleh aku tanya, ini tempat apa yah?” tanya Gabriel memecah keheningan diantara mereka
“ Kamu gak tau tempat ini?” tanya Sivia. Gabriel menggeleng
“ Ini namanya dunia magis..” jawab Sivia
“ Dunia magis? Apaan tuh?” tanya Gabriel
“ Huh...ntar aja yah, aku lagi laper banget makan dulu deh..” kata Sivia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar