Blogger Templates

Selasa, 14 Juni 2011

Magic Falls Part 7


Part 7

Setelah selesai makan mereka mengelilingi api unggun yang masih membara.

“ Fy, jelasin semuanya donk, aku gak ngerti nih..tempat apa ini dan kenapa kita bisa ada disini..” kata Shilla. Ify mengangguk

“ Io, kamu kan tau aku belum paham tentang dunia kamu, bisa gak kamu jelasinnya sekarang..” ucap Ify

Rio pun berdiri memberi penjelasan ke Ify dkk.

“ Hm..gini, kalian lagi ada di hutan Angel’s... aku juga gak ngerti kenapa kalian bisa disini... dan yang harus aku kasih tau, dunia ini lagi dalam keadaan gak aman..dan aku minta kalian pulang dari sini..” jelas Rio

“ Rio..kog kamu nyuruh kita pulang?” tanya Ify bingung

“ Fy, masalahnya sekarang lagi rumit, aku sama Sivia harus ke arah timur untuk nyari kerajaan yang udah hilang beberapa puluh tahun lalu..” kata Rio

“ Kaya dongeng aja yah..” ucap Shilla

“ Sebenernya mau ngapain kalian kesana?” tanya Gabriel

“ Baiklah, aku akan ceritain semuanya, kenapa tadi aku bilang gak aman, karena  penyihir magis akan mengusai dunia ini dan mungkin dia akan menghancurkan semua manusia yang menghalanginya untuk menguasai dunia magis, dan untuk itu, aku dan Sivia mau mencari batu yang bisa melumpuhkan penyihir magis itu..”

“ Penyihir?" kata Ify, Gabriel, Alvin dan Shilla kaget

“ Iya..penyihir magis yang udah membunuh orang tua kami..” sambung Sivia

“ Aku gak mau pulang, aku mau nemenin kamu..” kata Ify

“ Fy..tapi kan terlalu berbahaya..” kata Shilla

“ Shil, dari pada kita pulang gak dapet apa-apa, mending kita bantu Rio dan Sivia, sekalian buat tambah pengalaman..” kata Gabriel

“ Betul tuh..pasti seru deh..” sambung Alvin

“ Alvin...” kata Shilla melihat ke Alvin

“ Gak papalah Shil, kan ada aku..” kata Alvin

“ Nah, Io. Kami setuju untuk bantu kamu.. jadi aku mohon jangan nyuruh aku pulang yah..” kata Ify

“ Udahlah kak, gak papa deh, kan bisa rame kalo cari sama-sama..” kata Sivia

“ Ya udah lah, tapi kalo emang udah terlalu berbahaya, aku minta kalian pulang..” kata Rio

“ Sip...” kata Ify mengacungkan jempolnya

“ Hooaammm..” Alvin menguap

“ Ngantuk nih, tidur yuk..” ajak Alvin

“ Vin, kita diriin tenda yuk..” usul Gabriel. Alvin mengangguk. Rio sama Sivia Cuma diam tak mengerti apa yang akan dilakukan Gabriel dan Alvin

“ Io, ini bisa jadi tempat tinggal untuk di hutan...” kata Ify. Tak lama 2 tenda telah berdiri dan siap ditinggali.

“ Akhirnya bisa istirahat juga..” kata Shilla yang langsung masuk ke tenda

“ Yuk, Vi..ikut masuk..” ajak Ify. Sivia pun mengikuti Ify, begitu pula Rio yang ikut masuk ke tenda Gabriel dan Alvin

****
@Tenda Ify, Sivia dan Shilla

“ Ini apaan yah?” tanya Sivia polos

“ Ini semacam tempat yang bisa ditnggalin kalo lagi jalan-jalan di tengah hutan atau tempat lainnya..” Ify mencoba menjelaskan supaya Sivia mengerti

“ Eh, kan kamu seumuran sama kak Rio, jadi aku juga manggilnya kakak yah..” kata Sivia sopan

“ Terserah kamu aja deh Vi..” jawab Ify.

Sivia melirik ke Shilla yang sudah terlelap tidur dengan selimutnya. Mereka berdua pun memilih untuk tidur

@Tenda Rio, Alvin dan gabriel

“ Io, loe Cuma tinggal berdua sama adik loe?” tanya Gabriel

“ Iya..” jawab Rio yang sudah mengerti bahasa yang Gabriel dan Alvin gunakan

“ Ify cantik gak?” goda Alvin

“ Iya, dia cantik banget..” jawab Rio polos

“ Wah kak, kayanya Rio suka deh sama adik loe..” bisik Alvin ke Gabriel

“ Bener Io kamu suka sama Ify?” tanya Gabriel. Rio mengangguk yakin.

“ Aku manggil kamu kakak donk..” ucap Rio ke Gariel.

“ Ya iyalah, kan loe seumuran adek gue..” jawab Gabriel.

“ Eh, boleh nanya gak Io?” tanya Alvin

“ Nanya apa?”

“ Dunia magis ini sudah ada sejak kapan?”

“ Aku sih kurang tau mengenai awal terbentuknya dunia magis ini, tapi katanya dulu ada sekelompok orang yang lagi mengalami kesusahan dan mereka menemukan dunia ini dari balik gua tempat kalian masuk.” Jelas Rio.

“ Berarti mereka berasal dari tempat kita donk kak?” tanya Alvin.

“ Mungkin.”

“ Kak, boleh aku tidur?” tanya Rio.

“ Bolehlah, kita sekarang tidur aja..”

****
Besok pagi mereka semua bangun. Shilla, Ify dan Sivia memilih untuk ke sungai.

“ Gerah banget deh, pengen mandi gue.” Ucap Shilla.

“ Maaf kak, di hutan ini kita hanya boleh menggunakan sumber daya alam hanya untuk makan selebihnya kita dilarang untuk mandi dan lain-lain.” Ungkap Sivia.

“ Yah...masa sih gitu.” Ucap Shilla lesu.

“ Mending kita cuci muka aja dulu.” Ucap Ify mengusap air sungai ke mukanya. Sivia memperhatikan syal kecil yang ada dipergelangan Ify.

“ Kak, itu syal kakak?” tanya Sivia

“ Oh, bukan Via, ini punya kakak kamu.”

“ Kog bisa di kak Ify?”

“ Waktu itu aku jatuh nah di nutupin luka aku pake syal ini, kenapa?”

“ Oh gak kog..”

‘ Kak Rio kenapa harus bohong sih ‘ batin Sivia kesal.

“ Ya udah kita kembali ke tenda yuk.” Ajak Ify.

Mereka pun menyantap makanan yang seadanya. Gabriel, Alvin dan Rio sudah mendapat beberapa buah dari hutan.

“ Abis ini kita langsung berangkat kan, Io?” tanya Ify.

“ Iya Fy..waktunya tinggal bentar lagi.” Jawab Rio.

Selesai makan, mereka pun memulai perjalanan yang dipimpin oleh Rio. Mereka pun mencoba menyebrangi sungai untuk sampai keseberang.

“ Gak ada perahu yah?” tanya Alvin. Rio masih melihat kesekitar mencoba mencari sesuatu untuk menyebrang.

“ Nah itu ada perahu, kita kesana..” ucap Rio. Merka pun mengikuti langkah Rio.

“ Kecil banget perahunya, kita kan berenam dan kemungkinan perahu ini hanya cukup untuk 3 orang.” Ucap Gabriel.

“ Iya, apalagi kayaknya udah gak ke pake deh.” Sambung Shilla.

“ Io, itu ada gubuk deh, kita liat yuk siaap tau ada orangnya.” Usul Ify. Rio mengangguk dan menuju gubuk itu.

TOK..TOKK.TOK. Ify mengetuk pintu dan tak lama keluarlah seorang nenek yang sudah amat tua. Ify, Alvin, Shilla dan gabriel sedikit terkejut melihat wajah nenek itu yang sudah amat keriput.

“ Siapa kalian?” tanya nenek itu tajam ke mereka ber-6

“ Maaf nek, kami sebenernya mau ke arah timur dan kami harus menyebrangi sungai ini dan kami lihat ada perahu di samping gubuk ini, apa itu milik nenek?” tanya Sivia

“ Iya, itu milik saya.” Jawab nenek itu singkat.

“ Hm..apa kami boleh memakainya?” tanya Rio.

“ Apa kalian yakin mau memakainya, perahu itu sudah hampir 10 tahun tak digunakan karena tak layak dipakai lagi.” Jelas nenek itu

“ Kami akan mencoba memperbaikinya, dan setelah itu kami bolehkan memakainya?” tanya Rio.

“ Silahkan...” jawab nenek itu.

“ Kak, kita cari kayu uat memerbaiki kapal itu.” Usul Rio. Mereka berdua pun mencari disekitar hutan.

Tinggallah Ify, Sivia, Shilla dan Alvin di gubuk nenek itu. Suasana amat sunyi lalu nenek itu memandang Ify dengan tatapan heran.

“ Kamu dapat dari mana syal itu?” tanya nenek itu.

“ Ini bukan milik saya nek, ini milik Rio, laki-laki yang mencari kayu tadi.” Jelas Ify.

“ Iya nek, itu milik kakak saya, kenapa emangnya? Saya juga punya kog nek.” Sambung Sivia.

“ Vin, serem banget sih nih nenek.” Bisik Shilla.

“ Iya..gue ngeri liatnya.” Balas Alvin

“ Kenapa kalian bicarain saya?” tanya nenek itu pada Shilla dan Alvin. Shilla dan Alvin pun kaget.

“ Eh enggak kog nek.” Ucap Alvin gugup. Shilla merapat duduknya dengan Ify.

“ Kalian bisa panggil saya nek inten.. dan apa benar ibumu bernama manda azizah?” tanya Nenek Inten pada Sivia.

“ Iya nek, kog nenek bisa tau?” tanya Sivia heran.

Belum sempat Nek Inten menjawab, Rio dan Gabriel membawa beberapa kayu unuk memperbaiki perahu.

“ Vin, bantuin kita.” Ajak Gabriel. Alvin menuju pinggir sungai.

“ Nek, sebenarnya nek Inten itu siapa? Kenapa nenek bisa tau bunda saya?” tanya Sivia penasaran.

Nenek Inten tersenyum ke arah Sivia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar