Part 5
Hari Ujian pun tiba. Seluruh murid kelas 3 serius mengerjakan soal yang sekarang mereka hadapi. Begitu pula dengan Ify, Shilla dan Alvin yang serius dan fokus ke pelajaran.
“ Huh.. akhirnya selesai juga..” kata Shilla yang keluar dari kelasnya.
“ Gimana Shil, kamu bisa kan jawab soalnya?” tanya Alvin
“ Iya Vin.. aku bisa kog, kamu?”
“ Sama.. walaupun sedikit susah sih..”
“ Nah loe.. pacaran mulu nih..” kata Ify yang mengagetkan Alvin dan Shilla
“ Apaan sih Fy..” kata Shilla malu
“ Eh kantin yuk, laper nih..” ajak Ify
Mereka pun setuju dan menuju kantin.
“ Fy, loe mau kuliah dimana nih?” tanya Shilla memakan bakso pesanannya
“ Gue gak tau Shil...”
“ Kog jawaban loe gitu sih Fy?” tanya Alvin
“ Nyokap bokap gue minta gue buat kuliah di New York..”
“ Nah, trus kenapa loe keliatan sedih gitu?” tanya Shilla
“ Gue gak mau pisah dari kak Iyel..”
“ Oh... trus apa yang bakalan loe lakuin?”
“ Gue nolak ajakan itu, gue milih untuk tetap disini..”
“ Kalo gitu loe kuliah disini kan?”
“ Kayaknya sih Iya..”
“ Kita satu kampus yah Fy..”
“ Okelah.. asal loe gak bosen aja ketemu gue terus.. hahaha..”
“ Yah enggaklah, loe kan sahabat terbaik gue..” kata Shilla merangkul Ify
****
Hari pengumuman kelulusan pun tiba. Semua murid tak terkecuali Ify, Alvin dan Shilla menunggu hasil yang terbaik.
“ Kita buka bareng-bareng yah..” koor Alvin memegang amplop surat kelulusan
“ Oke... 1............. 2................. 3................... “
Mereka pun membukanya bersamaan, dan seketika itu wajah mereka berubah ceria.
“ Ify........ gue lulus...” kata Shilla senang
“ Iya Shil, gue juga..” kata Ify
“ Vin, loe lulus kan?” tanya Shilla
“ So pasti donk..” kata Alvin menunjukkan hasil kelulusannya
“ Akhirnya gue bisa bebas dari seragam putih abu-abu....” kata Ify
“ Eh.. kita buat acara perpisahan yuk..” ajak Alvin
“ Iya..” kata Shilla dan Ify
****
@Magis world
“ Oke..semuanya udah pada kumpul kan..?” tanya Rio
“ Iya kak..” jawab Agni
“ Io, kita disini ngapain?” tanya Cakka
“ Kita mau ngebahas tentang yang terjadi di tanah lapang kemarin..” ucap Rio
“ Apa yang kita harus lakuin?” tanya Kiki
“ Kemungkinan penyihir magis akan tiba-tiba menyerang desa kita dan menghancurkan semua... dan untuk itu kita harus secepatnya mencari kerajaan itu...” ungkap Rio yang mengutarakan maksudnya mengumpulkan semua remaja di desa itu.
“ Apa gak terlalu berbahaya?” tanya Kiki
“ Akan lebih berbahaya lagi kalo kita hanya diam dan gak berbuat apa-apa..” sambung Sivia
“ Setuju gak kalo diantara kita pergi mencari kerajaan itu?” Rio mulai mengumpulkan suara
Awalnya hanya beberapa orang yang mengangkat tangannya dan setelah Sivia mencoba menjelaskan semua remaja yang hadir setuju dengan usul Rio.
“ Oke..kita bagi tugas..” Rio mulai membagi tugasnya.
****
@Rumah Ify
“ Kak Iyel...Alvin... udah siap nih BBQ.nya..” panggil Ify
Gabriel dan Alvin pun menuju gazebo dan duduk di meja yang sudah di penuhi dengan berbagai macam makanan.
“ Hm..yummi..enak nih..” kata Gabriel mencicipi masakan Shilla dan Ify
“ Siapa dulu donk kokinya.. Shilla..” kata Shilla bangga
“ Gue juga kali..” sambung Ify
“ Iya deh..semuanya pinter..” kata Alvin
“ Eh, kan kuliahnya masih 2 bulan lagi, gimana kita jalan-jalan..” usul Alvin
“ Kemana?” tanya Shilla
“ Nah itu dia yang gue belum tau..” kata Alvin
“ Gimana kita ke magic falls aja..” usul Ify
“ Yah Fy, kita kan gak bisa nginep disana..” keluh Shilla
“ Siapa bilang?”
“ Maksud loe, Fy?’ tanya Gabriel
“ Udah, pokoknya kalian ikut aja deh, pasti suka..” kata Ify
“ Okelah..”
****
2 hari kemudian mereka telah bersiap untuk pergi liburan. Alvin, shilla dan Gabriel masih bingung dengan apa yang akan Ify lakukan.
“ Ye..akhirnya sampe juga kan..” kata Ify
“ Makin indah aja yah tempatnya..” pukau Shilla
“ Iya...” jawab Alvin
“ Fy, mobilnya gimana?’ tanya Gabriel
“ Udah, biarin aja kak...” kata Ify yang sedang asik bermain air
“ Fy, katanya mau nunjukin sesuatu? Mana?” tanya Shilla tak sabaran
“ Okelah..yuk kita ke sana..” kata Ify sambil menuju sebuah batu besar persis disamping air terjun
“ Fy, disini gak ada apa-apa” kata Gabriel
“ Vin, loe bisa gak geser sedikit batu ini..” kata Ify
“ Yang mana? Yang ini?” tanya Alvin menunjuk sebuah batu besar. Ify mengangguk.
Gabriel pun ikut menggeser batu itu dan terbukalah celah masuk ke gua
“ Gua?” ucap Gabriel dan Alvin
“ Iya..ini gua..” kata Ify
“ Ngapain kita liburan di gua.. banyak nyamuk Ify..” kata Shilla bergidik
“ Ih..gak usah bawel deh..ikutin gue aja..” kata Ify berjalan di depan mengarahkan jalan.
Mereka pun berjalan masuk ke dalam gua, dan otomatis batu yang tadi kembali bergeser dan menutup kembali pintu gua. Hampir 30 menit mereka terus berjalan mengikuti Ify.
“ Fy, sebenernya kita mau kemana sih?” tanya Gabriel
“ Iya, dari tadi jalan mulu..” sambung Alvin
“ Nah itu dia tempatnya..” kata Ify yang tak menghiraukan keluhan demi keluhan kakak dan temannya
Ify semakin mempercepat langkahnya menuju seberkas cahaya yang ia yakini tempat yang dulu ia kunjungi.
****
“ Kak..semuanya udah siap..” kata Sivia
“ Ya udah, kita berangkat sekarang..” koor Rio
Rio dan Sivia pun menuju sebuah lapangan besar, disana udah terlihat beberapa orang yang berkumpul.
“ Io, kamu udah siap?” tanya Cakka
“ Iya..aku harap kamu bisa menjaga desa ini sampai aku pulang....” pesan Rio
“ Iya..” jawab Cakka
Rio dan Sivia pun mulai bergegas berjalan menuju arah timur yang mereka yakini tempat kerajaan magic world berada.
****
Ify dan yang lain akhirnya keluar dari gue. Namun wajah mereka terlihat bingung ketika melihat pemandangan yang sekarang mereka lihat.
“ Lha? Kog disini sih?” tanya Ify bingung
“ Fy, tempat apa ini?” tanya Shilla
“ Iya, serem banget nih tempat..” kata Alvin
“ Loe yakin kita mau liburan disini?” tanya Gabriel
“ Gak, bukan tempat ini kak, sebelumnya Ify udah pernah kesini dan tempatnya itu indah banget..” kata Ify
“ Tapi ini buktinya kita ada disebuah hutan deh..” kata Alvin
“ Aduh.. apa salah jalan yah..tapi bener kog..” kata Ify mencoba mengingat-ingat.
“ Ya udah, dari pada kita Cuma diem disini..mendingan kita coba cari jalan keluarnya..” usul Gabriel
“ Iya, “ jawab semuanya
mereka mencoba mencari jalan keluar hutan, terlihat hutan itu memang sangat menyeramkan banyak akar pohon yang sudah membesar membuat langkah mereka sedikit terhambat
“ Ngeri banget sih nih tempat..Fy, ini gak ada setannya kan?” tanya Shilla
“ Mana gue tau..gue belom pernah ke hutan ini..” jawab Ify
“ Kira-kira ada binatang buas gak yah disini?” tanya Alvin
“ Bisa jadi, lebih baik kita berjaga-jaga aja..” kata Gabriel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar