Blogger Templates

Selasa, 14 Juni 2011

Magic Falls Part 3


Part 3

Rio, Sivia lagi kumpul dengan teman-temannya. Lalu Cakka salah satu teman Rio datang ikut mengobrol

“ Hy semua..” sapa Cakka

“ Hy kka..” balas mereka

“ Ag, aku turut berduka yah..” kata Cakka

“ Iya, makasih..” jawab Agni

“ Aku jadi takut kalo setiap tahunnya timbul korban yang diambil oleh penyihir magis..” keluh Cakka

“ Satu-satunya cara buat gagalin keabadian penyihir itu, kita harus menemukan kerajaan yang hilang akibat badai 20 tahun lalu..” kata Kiki

“ Tapi mau cari kemana? Yang aku tau mitos tentang kerajaan itu bohong..” timpal Cakka

“ Kalo memang itu Cuma mitos, kenapa penyihir magis itu ingin hidup abadi kalo nggak buat nemuin kerajaan itu..” kata Rio

“ Yang aku tau, kerajaan itu menyimpan sebuah batu kristal yang bisa membuat semua orang menjadi tunduk kepada sang pemilik dan batu itu sangat diinginkan penyihir magis itu...” jelas Sivia

“ Okelah...gimana kalo kita coba mencari keberadaan kerajaan itu?” usul Agni

“ Aku setuju..” semua pun mengangguk

****

Hari pensi pun tiba, seluruh panitia serta pengisi acara telah bersiap, serta lukisan-lukisan untuk pameran pun sudah terpajang rapi di aula sekolah. Pengunjung tak hanya dari sekolah itu sendiri namun beberapa dari sekolah lain pun ikut menikmati pensi tersebut.

Di ruang galery, tepatnya di aula yang dijadikan tempat pameran lukisan juga banyak dikunjungi, mereka kagum dengan hasil karya yang ada disana. Ify dan Shilla serta anggota yang lain menjelaskan setiap lukisan yang dipajang.

“ Amazing..” puji seorang guru dari sekolah lain

“ Terima kasih...” jawab Ify

“ Gambar yang ada dialamnya terlihat nyata.. siapa pelukisnya?” tanya guru tersebut

“ Hm..kalo lukisan air terjun ini, saya sendiri yang menggambar..” jawab Ify

“ Beautiful...” Ify membalasnya dengan senyuman

****

@Ruang Osis

Tinggal beberapa anggota osis yang masih membereskan barangnya.

“ Akhirnya, selesai juga acara pensinya..” kata Ify

“ Iya, cukup banyak juga respon dari sekolah lain dengan acara pensi kita..” sambung Shilla

“ Thanks yah buat kalian yang udah mau ikut kerja sama..” kata Alvin

“ Iya.. sama-sama..” jawab Shilla dan Ify

“ Eh, kita kan benar lagi ujian nih..sebelumnya au ngapain libur selama seminggu..?” tanya Alvin

“ Ya belajarlah Vin..” jawab Shilla

“ Kalo loe Fy?” tanya Alvin

“ Gue mau ngerefresh otak gue dulu.. mau ke suatu tempat sama kak Iel..” jawab Ify

“ Kemana? Bagus gak tempatnya? Gue ikut donk! Yah.. pliss..” kata Shilla kayak rel kereta api

“ Yah, gimana.. ntar deh, gue tanya kak Iel dulu..”

“ Masa Cuma Shilla sih Fy yang diaak, gue juga mau ikut donk..” Alvin ikutan pula

“ Okelah, nanti gue tanya yah sama kak Iel..”

“ Sip..gue pulang yah..” pamit Shilla

“ Shil, gue anter yah..” ajak Alvin

“ Boleh deh... Fy, gue duluan yah..” kata Shilla. Ify mengangguk.

****
Malam harinya Ify dan Gabriel sedang menyantap makan malamnya.

“ Fy, kita jadi kan kesana?” tanya Gabriel memastikan

“ Iya donk.. Ify sekalian mau refresh otak sebelum perang sama buku..” jawab Ify

“ Huh.. bahasa kamu bagus Fy..” sindir Gabriel

“ Eh kak, Ify boleh ngajak Shilla dan Alvin gak kesana?”

“ Tapi.....” Gabriel terlihat berfikir. “ Ya udah deh, gak papa..” lanjutnya lagi

“ Makasih kak..”

Ify pun segera mengirim pesan ke Shilla dan Alvin bahwa mereka boleh ikut ke –Magic Falls-

****
Hari yang ditentukan pun tiba, Shilla dan Alvin sudah berada di rumah Ify. Mereka pun langsung pergi.

“ Kak, sebenernya kita mau kemana sih?” tanya Alvin pada Gabriel

“ Liat aja nanti, pasti kalian suka sama tempatnya..” jawab Gabriel

Selama perjalanan, Ify dan Shilla mengoborl masalah lukisan, sedangkan Alvin tak ingin mengganggu konsentrasi Gabriel menyetir alhasil, Alvin memilih untuk mendengarkan musik dari mp3nya

Tak lama mereka pun sampai

“ Hutan??” tanya Alvin yang heran karena melihat hutan yang mereka tuju

“ Kak, kita mau ngapain kesini? Camping?” tanya Shilla

“ Udah, kalian diam aja dulu, kita belum sampai tujuan..” jawab Ify

Mereka pun menyusuri ke dalam hutan, hingga akhirnya sampai di air terjun –Magic falls-

“ Gila, keren banget nih tempat..” gumam Alvin

“ Bagus banget..” Shilla ikutan kagum

“ Nah, ini dia tempatnya... keren banget kan..” kata Gabriel. Shilla dan Alvin mengangguk

“ Fy, fotoin gue donk..” pinta Shilla memberikan camera pada ify

“ Gue ikutan yah..” kata Alvin

“ Yah.... gue beralih profesi nih jadi fotografer...” kata Ify sedikit menyindir. Shilla dan Alvin Cuma senyum-senyum gaje.

Sedangkan Gabriel menyusuri sekitar air terjun. Gabriel ingin tau asal Rio, yang Ify ceritakan itu.

“ Beneran gak ada pemukiman penduduk sama sekali, tapi kenapa Ify bisa bilang ketemu Rio disini...?” Gabriel terlihat bingung

“ Kenapa kak?” anya Alvin yang sudah berdiri disamping Gabriel

“ Oh gak kog, kita kesana aja..” ajak Gabriel.

Shilla sedang mencoba melukis air terjun itu, dengan dibantu Ify ia mencoba membuat lukisan itu terlihat seni indahnya.

“ Shil, loe bisa lanjutin sendiri kan?” tanya Ify. Shilla mengangguk

“ Ya udah, gue kesana dulu yah..” kata Ify menunjuk sebuah batu besar

Ify menaiki sebuah batu di dekat air terjun, Ify mencoba merasakan percikan air yang meluncur deras dari atas tebing.

“ Airnya seger banget..” kata Ify

Lalu Ify mencoba lebih mendekat ke air terjun, dibelakang air terjun itu terlihat sebuah celah kecil yang ditutupi oleh bebatuan.

“ Lubang apa ini?” tanya Ify dalam hati. Lalu ia mencoba mengangkat batu yang tak terlalu besar untuknya

Setelah menggeser beberapa batu, akhirnya celah kecil itu membentuk sebuah lubang yang dapat di masuki oleh Ify.

“ Ini gua yah..” gumam Ify

“ Masuk gak yah..” Ify berfikir sejenak.

“ Ah.. masuk aja, siapa tau gue bisa ketemu Rio lagi..” Ify pun memutuskan untuk memasuki gua itu sendiri.

Didalam gua, Ify hanya dapat menerangi jalannya dengan cahaya dari lampu hpnya.

“ Ini temapt apa sih, gua kog gak ada ujungnya..” fikir Ify

Setelah hampir 15 menit berjalan mengikuti langkah kakinya, Ify melihat seberkas cahaya yang mungkin berasal dari ujung gua. Ify pun mempercepat langkahnya.

****
Shilla yang asyik melukis tidak ingat dengan Ify. Lalu Alvin dan Gabriel menghampirinya.

“ Shil, mana Ify?” tanya Gabriel

“ Katanya tadi sih mau kesana..” tunjuk Shilla ke batu besar di dekat air terjun

“ Ngapain?” tanya Alvin. Shilla mengangkat bahunya

“ Ya udah, gue panggil Ify dulu yah..” kata Gabriel menuju batu besar yang ditunjuk Shilla

“ Bagus banget Shil lukisan loe..” puji Alvin

“ Thanks Vin..” jawab Shilla

****

Gabriel tak bertemu Ify di dekat batu besar disamping air terjun, lalu Gabriel mencoba menelfon Ify. Namun nomornya tidak aktif.

“ Ify...Ify.. kamu kemana sih?” Gabriel terlihat cemas

“ Gimana kak? Ada Ifynya?” tanya Shilla. Gabriel menggeleng.

“ Udah nyoba telfon ke hpnya?” tanya Alvin

“ Udah.. tapi gak aktif..” jawab Gabriel

“ Kemana sih ify, udah sore nih..” kata Shilla bingung

“ Lebih baik sekarang kita berpencar, gue sama Shilla cari ke sebelah sana, kak Iel kesana..” usul Alvin. Mereka pun mulai berpencar mencari Ify.

****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar