Blogger Templates

Selasa, 14 Juni 2011

Hanya Dia Part 12


Part 12

Bola yang Rio masukkan lalu diambil oleh orang tersebut. Rio menatap sinis orang itu.

DUG..DUG..Orang itu mendrrible bola mendekati Rio.

“ Mau ngapain loe kesini?” Tanya Rio

“ Gue mau ngomong sesuatu sama loe?” kata Debo. Yap debo yang sedang bersama Rio

“ Ngomong apa?” Tanya Rio merebut bola basket dan memasukkannya ke ring dari tempatnya berdiri.

“ Apa loe suka sama Ify?” Tanya Debo to do point

“ Kalo Iya kenapa? Loe gak suka?” kata Rio lalu mengambil bolanya. Debo pun berusaha mengambil bola tersebut. Kini mereka sedang bermain basket sambil ngomongin tentang Ify.

“ Apa loe yakin, Ify akan suka sama loe?” Tanya Debo meremehkan. Sejenak Rio menatap debo cuek.

“ Gue yakin, Ify akan jadi milik gue…”

“ Gue rela ngelepasin Ify asalkan elo bisa ngebahagiain dia..” kata Debo behenti bermain. Rio sontak ikut berhenti mendengar ucapan Debo tadi.

“ Maksud loe apaan?” Tanya Rio

“ Gue liat, Ify lebih bahagia kalo ada didekat elo…dan gue gak akan pernah bisa ngebuat dia bahagia…”

“ Jadi?”

“ Gue akan mutusin Ify..”

“ Apa loe bilang mutusin Ify? Loe mau nyakitin dia? Iya?”

“ Gue yakin Ify gak akan bakal sakit hati, Gue merasa selama ini Ify menganggap gue sahabatnya bukan pacar, gue yakin rasa perhatian Ify gak lebih dari seorang sahabat buat gue..”

Rio diam.

“ Ok, kalo gitu tunggu kabar dari gue yah…” Debo meninggalkan Rio sendiri.

****

Rio segera kerumah Ify untuk menemui Gabriel untuk bercerita semua yang dibilang Debo.

“ Eh, kak Rio” sapa Ify

“ Fy, ada Ielnya gak?” Tanya Rio

“ Ada, masuk aja kekamarnya, lagi tidur… Ada kak Cakka sama Kak Alvin juga” jawab Ify

Rio langsung ke kamar Gabriel.

‘ Napa tuh kak Rio, aneh bener..’ batin Ify

****

Pintu kamar Iel tak dikunci. Saat masuk kekamar, Rio melihat teman-temannya sedang tidur, timbul ide gila Rio unuk mengerjain mereka. Rio mengambil sebuah spidol hitam dan mencoret-coretkannya kemuka ke3 temannya itu. Lalu Rio memfoto muka mereka yang udah kayak badut mau tampil. Setelah selesai Rio menyimpannya kemudian membangunkan mereka.

“ WOI…ADA TSUNAMIIIIIIIIIIIIII, GAWAT…Tsunamiiiiiiiiiiiiii” Teriak Rio.

Sontak ketiga temannya bangun dan langsung berdiri diatas kasur.

“ Mama…gue gak mau mati dulu….gue masih mau main basket sama Agni…..” teriak Cakka gak jelas sambil memeluk guling.

“ HWA..Mana hp gue mana hp gue, gue mau ngerekam tsunaminya..” kata Iel mencari-cari hpnya

“ OMa……Alvin gak mau mati dulu…mana pelampung, gue gak bisa berenang nih…” kata Alvin takut…

“ HAHAHAAAAAAAHHHHHHHHAHHHHHHHHAAAAAA” Rio tertawa puas melihat tingkah ketiga temannya. Alvin, Iel dan Cakka melihat Rio yang sedang tertawa.

Mereka bertiga baru sadar kao dikerjain oleh Rio…..

“ RRRIIIIIIIIIIIIIIIOOOOOOOOOOOOOOOOO” Teriak mereka bertiga. Rio langsung ngacir keluar kamar. Alvin, Iel dan cakka mengejarnya.

Mereka berkeliling dalam rumah. Ify yang mendengar kegaduhan pun langsung keluar dari kamarnya unuk melihat apa yang terjadi.

“ Rio, loe kurang ajar banget sih…gue lagi mimpi indah tau sama Agni…” kata Cakka

“ Loe nih ngancurin mimpi gue…” kata Alvin dan Iel.

Rio masih tertawa melihat mereka lalu…

BRUKK….Rio menabrak Ify…

Tubuh Rio menimpa Ify. Sejenak mereka saling tatap.

‘ Tuhan, jangan biarkan ini berlalu’ batin Rio

‘ Kak Rio ganteng banget dari deket gini’ batin Ify

“ Woi…ngapain kalian..” kata iel. Ify dan Rio tersadar. Rio langsung membantu Ify berdiri.

“ Sorry fy..” kata Rio.

“ Nah..sekarang elo ketangkep kan…” kata Alvin memegang tangan Rio.

“ Sorry bro…gue Cuma mau bangunin doank..” kata Rio

TUK…Cakka menjitak Rio

“ Tapi gak gitu juga caranya..” kata Cakka

“ HAHAHAHAHAHHA…” Ify tertawa..

“ Kenapa loe Fy? Loe kesambet yah…” Tanya Iel

“ Hahaaa…muka kak Iel, Kak Alvin sama kaka Cakka lucu…” kata Ify masih tertawa.

Lalu ketiganya saling bertatapan.

1 detik…

2 detik…

3 detik…

“ Hwa…hahaa….” Mereka tertawa.

Rio diam-diam mencoba melarikan diri sebelum ketiga temannya sadar apa yang telah ia buat.

“ EITS…..Mau kemana Io?” Tahan Iel

“ Gue lagi ada janji ni..maaf yah..Bye….” kata rio berjalan menuju pintu depan.

“ gak semudah itu loe lari….Muka ganteng gue ancur gara-gara elo….” Kata Alvin mengahadang Rio

“ Hehehehe…siapa bilang ancur, ganteng kog..” kaat rio nyengir

“ Io, loe harus kita hukum..” kata Iel.

Ify yang melihat kejadian itu hanya bisa tertawa.

****

@DANAU

Ify dan debo sedang duduk didanau. Debo akan mengatakan sesuatu kepada Ify.

“ Fy…” panggil debo

“ Iya Deb…ada apa?” Tanya Ify yang lagi menikmati indahnya danau tersebut

“ Kamu menganggap aku sebagai apa?”

Ify bingung dengan perkataan Debo

“ Yah kamu kan pacar aku Debo. Kog kamu jadi ngomong gitu sih?” Tanya Ify

“ Tapi aku gak yakin kalo kamu bener-bener sayang sama aku”

“ Jadi kamu gak percaya, debo aku sayang banget sama kamu…”

“ Iya, aku tau kamu sayang sama kamu, tapi hanya sayang sebatas seorang sahabat gak lebih…”

Mata Ify udah merah. Ia akan menangis.

“ Fy, aku udah tau semuanya. Aku tau yang kamu sayang itu Rio..bukan aku..” kata debo membelai rambut gadis yang ia sayangi

“ Maksud kamu?”

“ Aku rela Fy, kalo kamu nganggep aku Cuma sahabat…aku tau sebenarnya kamu itu cinta sama rio bukan sama aku, aku gak sakit hati kog fy, lebih baik kamu sekarang kejar cinta kamu sebelum ia pergi unuk selamanya…aku disini akan slalu mendukung kamu Ify…” kata debo. Ify memeluk erat Debo

“ Makasih yah debo..kamu memang sahabat terbaik aku…”

“ Iya…makasih juga kamu udah mau memberi warna hidup aku Fy..”

****

Sampai dirumah Ify terlihat senyum-senyum. Iyel yang melihat adiknya tersenyum sendiri langsung menghampiri.

“ Fy,, loe sakit yah…” kata iyel memegang kening adiknya

“ Ih…apaan sih kak Iyel.. gue gak sakit..” kata Ify

“ Trus kenapa elo snyum-senyum sendiri?”

“ Mau tau???” kata Ify

“ Iya…kenapa?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar