Blogger Templates

Selasa, 14 Juni 2011

Hanya Dia Part 13

Part 13

“ Gini…gue putus sama debo…” cerita Ify

“ PUTUS?Kog seneng?” Tanya Iyel bingung

“ Gak tau, gue aa bingung..” kata Ify menuju kamarnya

“ Gue harus kasih tau Rio…” Iyel langsung memencet nomor Rio dan mengajaknya untuk ketemuan.

****

Gabriel dan Rio sedang berada dicafe

“ Ada apa Yel?” tanya Rio

“ Ify..Io..Ify…” kata Iyel

“ Ify kenapa?sakit lagi? Apa ilang lagi?” Tanya Rio khawatir

“ Bukan…”

“ Jadi apaan?”

“ Ify putus sama debo…”

“ Hah? Putus…tau dari mana elo..”

“ Ify sendiri cerita sama gue…”

“ Ify sekarang dimana? Gue mau ngehibur dia. Mungkin dia lagi sedih sekarang…’ kata Rio cemas

“ Gak..Ify gak keliatan sedih, tadi siank..gue ngeliat Ify seneng-seneng aja…”

“ Lah..kenapa tuh cewek…bukannya dia cinta sama Debo..kog diputusin malah seneng” kata Rio bingung

“ Tau tuh…coba deh io, loe yang nanyain ke dia..”

“ Sip dah…”

****

Rio sengaja menemui Debo disekolahnya. Saat itu Debo baru keluar dengan mobilnya. Rio menghadang mobil Debo.,

“ Ada apa?” Tanya Debo keluar dari mobil

“ APa bener elo putus dengan Ify?” Tanya Rio

“ Iya…itu kan yang elo mau…” kata Debo

“ Kenapa loe mutusin dia, apa loe udah punya cewek lain?” Tanya Rio

“ Gak…gue gak pernah selingkuhin Ify..”

“ Trus kenapa?”

“ Gue ingin Ify bahagia, tapi bukan sama gue, yang Cuma bisa bahagiain Ify itu elo, dan orang yang sangat Ify suka itu juga elo Rio….” Kata Debo

“ Apa loe gak bohong???”

“ Ngapain gue bohong, gue rela ngelepasin dia buat elo, karna gue merasa gak sanggup buat dia tersenyum…”

“ Thanks bro…” kata Rio memeluk debo sebagai tanda terima kasih.

“ Sama-sama…Io, tolong jagain Ify yah…” kata debo memukul pelan bahu Rio

“ Kenapa? Bukannya elo juga masih bisa jagain dia, loe kan sahabatnya..”

Debo tak menjawab, namun hanya tersenyum dan langsung pergi

****

@Kantin

Rio dan teman-temannya sedang berkumpul dikantin. Hanya mereka ber4 disana, karena Ify dkk sedang diberi tugas.

“ Yel, gue heran ngeliat sikap debo..” kata Rio senang

“ Emang kenapa?” Tanya Iyel

“ kemarin waktu gue ketemu Debo, dia bilang yang Ify suka itu gue, dan dia nyuruh gue buat jagain Ify, karena dia gak bisa lagi jagain..”

“ Emang dia mau kemana?”

Rio mengangkat bahu.

“ Mungkin ada sesuatu yang Debo rahasiain” kata Alvin

“ Iya..gue setuju…mending kita cari tau..” usul Cakka

“ Ngapain sih, gue percaya sama debo, dia gak mungkin nyimpen rahasia, mendingan kalian bantuin gue aja buat jadian sama Ify…” kata Rio

“ Yew…maunya elo itu..” kata Iyel menoyor Rio

****

Setelah seminggu kejadian Ify putus dengan Debo, Ia tak pernah bertemu ataupun mendapat kabar dari Debo lagi. Ify menjadi cemas, ia takut kalo debo ninggalin dia kayak dulu.

“ Fy…kenapa sih loe gelisah amat dari tadi..” Tanya Iyel

“ Kak, debo udah lama gak ngasih kabar ke gue, semenjak kejadian itu(putusnya Ify debo), dia gak pernah lagi nemuin gue…” kata Ify

“ Apa dia marah Fy sama loe?”

“ Gue gak tau kak, temenin gue kerumanya yuk..” kaat ify

“ Ya udah, gue ambil kunci motor dulu..” kaat iyel

mereka pun menuju rumah debo.

“ Fy, sepi bener nih rumah….” Kata iyel melihat rumah Debo yang terlihat rapi namun sepi.

“ Iya lah kak, gue pernah kesini…kita coba ketuk dulu..”

TOK..TOK..Ify mengetuk pintu rumah itu.

Keluarlah seorang wanita paruh baya.

“ Ify…” kata orang itu

“ Siang tante…ada Debonya?” Tanya Ify

Ternyata yang sedang membukakan pintu itu adalah orang tua Debo. Mendengar nama Debo, wajah Bundanya langsung berubah menjadi sedih.

“ Fy, ayo ikut tante kekamar debo…” kata Bunda Debo. Iyel dan Ify mengikuti.

Mereka masuk keruangan itu, terlihat kosong dan tak ada seorang pun didalamnya.

“ Debo mana tan?” Tanya Ify yang sudah sedikit cemas.

“ Maafin tante yah Ify, tante gak pernah ngasih tau kamu soal ini, dan mungkin saatnya kamu tau…”

“ Tau apa tan?” Tanya Ify

“ Sebenernya debo udah….udah…gak ada Fy, dia terkena penyakit radang paru-paru akut sejak kecil. Dulu waktu kita pindah, tante mengajaknya untuk berobat, namun setelah hampir 7 tahun ia mengajak untuk kembali kejakarta karena ia ingin bertemu dengan kamu, ini ada surat buat kamu Fy…” kata Bunda Debo menyerahkan amplop biru ke Ify.

Mata Ify tak sanggup menahan lagi bendungan air matanya yang tumpah saat mendengar kabar tersebut. Bukan hanya Ify, Iyel pun shock mendengarnya. Lalu Iyel membiarkan Ify sendiri dikamar Debo yang tertata rapi.

Ify membaca surat tersebut.

Untuk Alyssaku.

Mungkin kamu baca surat ini setelah aku tiada…

Maafin aku fy…
Maafin aku yang gak bisa jagain kamu lagi, maafin aku karena aku gak pernah ngasih tau soal penyakit ini, maafin aku kalo aku buat kamu menangis.
Aku Cuma ingin kamu tau, kalo aku sayang sama kamu, aku gak pernah bisa lupain kamu fy, walaupun mungkin aku tlah tiada.

Fy, jangan nangis yah, aku mohon kamu jangan tangisin kepergian aku ini, aku ingin kamu ceria, bahagia menjalani hidup kamu tanpa aku. Sahabat macam apa sih aku ini yang ninggalin sahabatnya????
Sekali lagi aku ingin melihat kamu tersenyum bahagia bersama Rio, aku tau hanya Rio yang bisa bahagiain kamu. Fy, Rio itu sayang banget sama kamu, jadilah pelengkap hidup Rio yah untuk aku.

Dan satu hal lagi, aku ingin kamu selalu ingat masa-masa kita yah Fy…Aku akan jagain kamu dari sana…

Your Best Friend..
DEBO…

(maaf yah kalo suratnya jelek…)

Ify tak henti-hentinya menangis membaca surat dari Debo, ia begitu terpukul atas meninggalnya seorang sahabat terbaiknya. Setelah membaca surat tersebut, Ify melihat diatas meja belajar Debo terdapat foto dirinya dengan debo. Lalu Ify mengambilnya dan membawanya pulang.

****

Setelah sampai dirumah Ify langsung menuju kamarnya. Iyel sudah membujuknya untuk tidak terlarut dalam kesedihan.

“ Debo…kenapa kamu ninggalin aku sendirian sih, kenapa kamu gak pernah cerita tentang penyakit kamu, apa aku bukan sahabatmu…” kata Ify sambil memandangi foto yang ia ambil dari kamar Debo.

Karena tak henti-hentinya menangis, Ify pun kelelahan dan akhirnya tertidur.

Besoknya Ify dkk dan Iyel dkk menuju kepemakaman Debo.

Terlihat Ify memandangi nisan bertuliska ANDRYOS ARIYANTO…

“ Udah lah Fy, kita pulang yah…” ajak Via

“ Bentar, gue mau disini sebentar lagi…” Kata Ify yang terlihat amat kusut.

“ Kalo kalian mau duluan yah gak papa, gue yang akan jagain Ify..” kata rio. Akhirnya semuanya pulang tinggal Rio dan Ify yang masih disana.   
Rio memeluk Ify dan membiarkan gadis itu menangis sepuasnya.

‘ Gue akan jagain Ify buat loe, gue janji gak akan buat dia bahagia..’ batin Rio

Dari atas Debo tersenyum melihat Rio dan Ify. Ify pun pingsan. Segera Rio membawa Ify pulang.

****

Ify berada dialam mimpinya sekarang. Ia melihat debo berpakaian serba outih sedang tersenyum melihatnya.

“ DEBO…” Panggil Ify

“ Fy, maafin aku yah, plis jangan sedih lagi, aku gak suka lihat kamu nengis karena kepergian aku..” kata Debo

“ Tapi, kenapa kamu tega ninggalin aku, dan gak pernah sama sekali kasi tau aku soal penyakit kamu..” kata ify sedih

“ Aku gak mau kamu sedih fy, satu hal yang aku ingin lihat dari kamu…”

“ Apa??”

“ Aku mau kamu bahagia bersama Rio..”

Sebelum Ify bicara bayangan Debo hilang. Dan Ify terbangun.

“ Debo…..” lirih Ify membuka matanya. Ia melihat disamping tempat tidurnya ada Rio yang sedang tertidur.

‘ Bener kata debo, ada Rio yang akan jagain gue,,,’

Ify membelai rambut Rio. Rio yang merasakan ada yang memegang kepalanya langsung terbangun.

“ Eh..Ify, udah sadar yah??” Tanya Rio

“ Gue udah pingsan dari kapan???” Tanya Ify

“ Dari kemarin sore Fy..”

“ Sekarang udah jam berapa?”

“ Jam 4 subuh..ya udah, gue balik yah..mau siap siap sekolah..”

“ Maaf yah Rio udah nyusahin loe..”

“ Gak papa kog Fy..”

****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar