Blogger Templates

Selasa, 14 Juni 2011

Magic Falls Part 9


Part 9

“ Io, abis ini kita kemana?” tanya Gabriel.

“ Kita harus ngelewati jurang kak..” jawab Rio.

“ Hah? Jurang?” tanya Shilla kaget.

“ Tapi tenang aja kog, yang aku tau ada jembatannya..” sambung Sivia

“ Aman gak?” tanya Alvin

“ Gak tau juga.” Jawab Sivia menggeleng

“ Fy, kenapa sih kamu mau ikut aku ke timur?” tanya Rio

“ Ya..pengen tau aja dunia magis ini lebih jauh..” jawab Ify

“ Oh...”

“ Nih, Io. Syal kamu..” ucap Ify memberikan syal milik Rio.

“ Kamu pegang aja dulu Fy....” Ucap rio.

“ Tapi ini kan..”

“ Ssstt...aku mau kamu jaga ini baik-baik..” Ucap Rio menempelkan jari telunjuknya ke bibir Ify.

DEG..DEG.. Detak jantung Ify gak karuan saat muka Rio dan Ify hanya beberapa centi.

“ Aku sayang sama kamu.” Ucap Rio pelan.

“ Kamu mau gak jadi kekasih aku?” tanya Rio lagi. Ify mengangguk pelan.

“ Aku mau, Io. Aku juga sayang sama kamu...” balas Ify.

Rio pun mengecup kening Ify lembut.

“ Makasih, Fy..” ucap Rio.

“ EEEHHEMMMMM..EHEMMM..” Gabriel dan Sivia mengganggu sepasang insan yang akan menyatu.

Rio dan Ify pun sadar dari dunia mereka.

“ Loh? Kog gak jalan sih?” tanya Rio malu melihat Shilla, Alvin, Sivia dan Gabriel sedang duduk manis seolah sedang menonton film.

“ Kan yang tau jalan elo, harusnya loe yang mimpin kenapa jadi pacaran nih?” tanya Alvin

“ Hehe..maaf deh..” Rio pun berjalan memulai kembali untuk memimpin perjalanan.

“ Ciiee..Ify..dapet pacar juga nih best friend gue...selamet yah..” ucap Shilla.

“ Makasih Shill.”

“ Fy, loe yakin pacaran sama Rio?” tanya Gabriel.

“ Iya kak..” jawab Ify pasti

“ Berarti loe harus terima semua konsekuensi yang akan loe hadapi nanti..!!”

“ Gue siap kak..”

Sivia pun menghampiri Ify.

“ Kak..selamat yah udah bisa jadi pemilik hati kak Rio.. Via seneng deh kalo kak Ify yang jadi kekasihnya kak Rio..” ucap Sivia senang

“ Kakak janji gak akan nyakitin Rio..” ucap Ify membelai rambut Sivia.

“ Makasih kak..”

Mereka pun terus menuju sebuah jurang yang harus dilewati dan mereka sampai di sebuah jembatan yang akan mereka lewati untuk kesebrang.

“ Ini dia jembatannya..” ucap Gabriel.

“ Jembatan tali?” tanya Alvin. Sivia mengangguk

“ Aman gak nih?” tanya Shilla

“ Kita coba aja nyebrang.” Ucap Rio.

“ Io, talinya udah keliatan rapuh deh..” kata Ify sambil memegang tali jembatan.

“ Dan jurangnya pun dalem banget.” Sambung Sivia.

“ Oke..kalo gitu, kita coba jalan satu persatu, Vin loe yang di depan..” koor Rio.

“ Lah kog gue, kak Iyel aja noh.”

“ Okelah, gue yang di depan..” ucap gabriel ngalah.

Gabriel mencoba melangkah perlahan melewati jembatan sambil memegang tali sebagai pegangan.

“ Via, sekarang kamu...” ucap Rio. Sivia mengangguk dan berjalan menyusul gabriel yang hampir di tengah jembatan.

“ Eh, gue gak mau terakhir, gue duluan yah..” ucap Shilla. Rio mengangguk.

“ Vin, loe kan gak mau di depan, nah loe terakhiran aja yah..” ucap Ify.

“ Yah kog gitu sih, gue maunya di tengah-tengah... plis.. gue duluan yah, gue gak mau dibelakang.” Melas Alvin.

“ Ya udah, buruan maju..” ucap Rio.

“ Yuk Fy..kamu duluan..” ucap Rio.

“ Apa gak sebaiknya tunggu mereka sampai dulu?” tanya Ify

“ Gak perlu Fy, aku yakin jembatan ini masih kuat kog.” Ucap Rio meyakinkan Ify. Akhirnya Ify pun mulai berjalan diatas jembatan disusul oleh Rio dibelakangnya.

****

Cakka, Kiki dan pemuda lainnya sedang berjaga di gerbang desa.

“ Rio udah nyampe mana yah?” tanya Cakka

“ Gak tau Kka..” jawab Kiki

“ Kayaknya aman-aman aja deh, gak ada pergerakan yang curiga dari penyihir magis..” ucap Cakka

“ Kita gak boleh lengah, siapa tau dengan kita lengah mereka datang menyerang desa ini.” Ucap Kiki

Lalu ada rizky yang sedang mencari obat-obatan di hutan berlari terengah-engah menghampiri Cakka dan Kiki.

“ Gawat..gawat..” ucap Rizky

“ Ada apa?” tanya Kiki

“ Di perbatasan desa semua pohon obat-obatan dihancurkan oleh penyihir magis, dan mereka juga lagi berjalan ke arah desa kita.” Ucap Rizky

“ Trus kita harus ngapain?” tanya Kiki

“ Leih baik kita ajak seluruh warga desa untuk bersembunyi, kekuatan kita gak cukup untuk melawan penyihir itu.” Usul Cakka. Semua mengangguk dan memberikan kabar ke seluruh warga desa untuk bersembunyi.

****
Gabriel hampir sampai di ujung jembatan, ia pun bergegas berjalan. Namun sesuatu membuat langkahnya terhenti.

“ Ada ular..” ucap Gabriel kaget yang melihat sebuah ular sedang melingkar di tali pinggiran.

“ Ada apa kak?” tanya Sivia yang ada dibelakangnya

“ Ular Vi..” jawab Gabriel.

Sivia melihat tempat yang ditunjuk Gabriel.

“ Itu gak nyata kak..” jawab Sivia lagi

“ Maksud kamu?”

“ Itu hanya seuah fatamorgana yang dibuat untuk menakut-nakuti orang yang melewati jembatan ini.” Jelas Sivia.

“ Tapi itu kaya asli..”

“ Coba deh kakak liat, ular itu sama sekali gak bergerak.. itu sengaja dibuat oleh penyihir magis supaya kita gak akan sampai ke kerajaan Elzora.. kakak pelan-pelan aja melewatinya, pasti bisa.” Ucap Sivia menyemangati. Gabriel pun perlahan melewati ular itu dan seketika itu ular itu hilang.

Gabriel dan Sivia pun sampai menyebrang. Disusul oleh Shilla dan Alvin.

“ Ada apa sih tadi?” tanya Alvin

“ Gak ada apa-apa kog, mana Ify?” tanya gabriel

“ Tuh dibelakang sama Rio..” tunjuk Shilla.


Lalu tiba-tiba ada yang memukul kakiAlvin dengan sebuah kayu.

“ AAWWW..” Rintih Alvin

“ Woi..siapa loe?” tanya gabriel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar