Blogger Templates

Selasa, 14 Juni 2011

Magic Falls Part 2


Part 2

“ Ify..”

“ Iya kak..” Ify menoleh ke Gabriel

“ Kita pulang..” ajak Gabriel yang memanggilnya dari jauh

Saat Ify menoleh kembali, Rio tak ada lagi di depannya. Ify bingung karena Rio yang tiba-tiba menghilang. Ify pun langsung kembali membereskan lukisannya dan pulang.

@Mobil

Gabriel terus mengamati gambaran yang dilukis adiknya.

“ Fy, itu gambar siapa?” tanya Gabriel

“ Ini cowo yang muncul di dekat air terjun..” jawab Ify yang masih merapikan hasil gambarannya

“ Cowo?”

“ Iya..waktu Ify lagi ngelukis ada yang berdiri tepat disamping air terjun itu, pakaiannya aneh banget..kayak bukan manusia, tapi Ify yakin dia manusia kak..” cerita Ify

Gabriel pun diam dengan kata-kata Ify. Ia tak percaya dengan apa yang ify katakan.

“ Kakak gak percaya?”

“ Iya.. setau kakak, disekitar sana gak ada pemukiman penduduk, pastinya gak mungkin ada orang Fy... mungkin salah liat kali..”

“ Tapi Ify yakin banget kak, tadi aja Ify samperin dia kog...dia juga sempet pegang pipi Ify, namanya Rio..” kata Ify sambil menunjukkan hasil karyanya

Gabriel menggeleng. Sedangkan Ify masih senyum-senyum melihat hasil gambarannya yang melukis wajah laki-laki yang tak lain adalah –Rio-

****

“ Kak...kak Iyo..” panggil Sivia

“ Ada apa Via?”

“ Kakak dari mana aja sih? Aku dari tadi nyariin kakak..” kata Sivia

“ Vi, kamu tau gak gua yang gak jauh dari bukit tempat kita biasa kumpul..?”

“ Tau, katanya sih gua itu angker... kita dilarang kesana, karena siapapun yang masuk kesana gak akan bisa pulang lagi... kenapa kakak nanya gitu?”

“ Oh..gak kog Vi,,”

Rio tak ingin menceritakannya dulu. Rio heran dengan penjelasan Sivia yang beda dengan apa yang barusan ia alami.

‘ Kog bisa yah, ada tempat itu dibalik gua?’ Rio bertanya dalam hati

****

Malam harinya Ify masih memandangi gambar wajah cowo yang bernama Rio itu. Ify pula masih penasaran asal Rio

“ Belum tidur?” tanya Gabriel yang menghampiri adiknya yang lagi duduk di beranda

“ Belum kak..”

“ Kamu yakin Fy ketemu cowo itu di air terjun..?” tanya Gabriel

“ Iya kak, Ify yakin.. dia itu bener-bener nyata.. dia juga ngomong pake bahasa kita, nah waktu kakak manggil Ify, Ify balik lagi melihat Rio tapi dia udah gak ada....”

“ Apa mitos yang ada itu bener yah..?” pikir Gabriel

“ Ya udah sekarang kamu tidur..”

“ Iya..”

****
Cuaca menjadi semakin mencekam, malam yang dipenuhi bintang tenggelam oleh awan hitam. Badai pun terjadi, dunia magis seakan terlihat mengerikan.

“ Ih...ngeri banget sih badainya...” kata Sivia yang mengintip dari jendelanya

“ Ini kan 7 tahun matinya salah satu penguasa magis yang terkena kutukan oleh penguasa magis yang lebih jahat..” sambung Rio

“ Dan tepat hari ini pula, Ibu dan ayah pergi karena kutukan oleh magis itu..”

“ Udahlah Vi...mereka udah tenang disana.. lebih baik kamu tidur, kakak akan jagain kamu..” kata Rio. Sivia pun menuju kamarnya. Sedangkan Rio berjaga-jaga di luar kamar.

Malam itu memang malam yang setiap tahunnya menjadi malam yang mencekam karena penguasa jahat dunia magis mencari korban untuk menjadikannnya sebagai korban untuk menambah ilmu tingginya serta menjadikan dirinya hidup abadi. Namun bila semua penduduk ada di dalam rumah, mereka tak perlu takut karena penyihir hitam itu tak pernah menyerang kedalam rumah.

****

“ Buruan kak, Ify udah telat nih” kata Ify yang buru-buru menghabiskan sarapannya

“ Kakak sih udah siap, tinggal kamunya aja yang belum” kata Gabriel mengamati adiknya yang sedang memakan nasi goreng

“ Ngapain sih kak Iel liatin Ify gitu..?” tanya Ify risih

“ Kakak Cuma heran, gak biasanya kamu telat bangun?”

“ Udah, cepetan... kita berangkat sekarang, nanti Ify ceritain di mobil...”

Gabriel dan Ify pun masuk ke mobil.

“ Ify semalem mimpi aneh banget kak..” kata Ify memulai cerita

“ Mimpi apa?” tanya Gabriel yang tetap fokus menyetir

“ Ify mimpi lagi berada di sebuah tempat, Indah banget.... disana juga Ify liat Rio, waktu Ify akan menghampirinya, ada cewe yang narik tangan Rio ngejauh sampe gak keliatan lagi dan abis itu cuaca disana juga memburuk.. yah pokoknya aneh banget kak..” cerita Ify

“ Aneh banget sih mimpi kamu Fy..” tanggap Gabriel

“ Ify juga ngerasa gitu kak..”

“ Kamu sih terlalu difikirin, jadinya kebawa mimpi kan..”

“ Gimana gak di pikirin, kalo Rio tiba-tiba hilang gitu aja dari hadapan Ify..” celoteh Ify

“ Ya udah gak usah dibahas lagi, buruan turun udah nyampe nih..” kata Gabriel

“ Oke kak, bye..”

Ify keluar dari mobil Gabriel dan segera masuk ke SMA Magiconia. Ify berjalan sedikit terburu-buru karena bel sudah berbunyi

“ Nah itu dia..” kata Shilla

“ Huh..untung aja belum ada guru..” Ify mengatur nafasnya yang terengah-engah

“ Tumben banget loe telat?” tanya Shilla

“ Gue keasyikan mimpi..” jawab Ify sekenanya

“ Hayo..mimpi siapa?” goda Shilla

“ Gak kog, gak mimpi siapa-siapa..” jawab Ify

Pembicaraan mereka terhenti saat bu Romi memasuki kelas.

****
Bel istirahat pun berbunyi. Ify dan Shilla berjalan menuju kantin

“ Ify... Shilla..” panggil seseorang

“ Eh Alvin.. ada apa?” tanya Ify

“ Gue Cuma mau bilang, bu Ira nyuruh gue ngasih tau kalian buat rapat pulang nanti di RO..”

“ Oh..makasih yah..” kata Shilla. Alvin mengangguk dan pergi. Ify dan Shilla pun menuju kantin dan memesan makanan

“ Shil, menurut loe ada gak yah dunia lain selain dunia kita ini?” tanya Ify. Shilla mengerutkan dahi –bingung-

“ Maksud gue, di bumi ini kira-kira ada dimensi lain gak yang ditempati manusia?” Ify memperjelas maksud pertanyaannya

“ Impossible banget Fy... bumi ini kan Cuma satu dan gak mungkin ada tempat di bumi ini yang di hidupi oleh manusia lain apalagi gak diketahui orang..” tanggap Shilla

“ Oh..” Ify Cuma manggut-manggut

****
Rio dan Sivia lagi di rumah Agni sahabatnya Sivia

“ Kamu yang sabar yah Ag..”

“ Bodoh banget sih aku... kenapa aku gak bisa jagain adik aku.. aku ngebiarin gitu aja dia keluar rumah semalam..” sesal Agni

Kejadian semalam membuat Agni kehilangan adik satu-satunya

“ Ini gak bisa terus di diemin, kita harus lakuin sesuatu untuk musnahin penyihir magis dan kutukannya..” tekad Rio

“ Gimana caranya kak?” tanya Sivia

“ Kakak juga gak tau Vi..” jawab Rio

Lalu Rio pun keluar dari rumah Agni dan berjalan ke padang rumput. Rio tiduran di atas rumput, matanya memandang langit yang terlihat cerah. Namun di pandangannya muncul bayangan wajah Ify.

“ Kenapa aku malah mikirin dia yah..? sebenernya itu tempat apaan sih?”

Rio masih bingung mengenai gua yang membawanya sampai ke sebuah tempat dan bertemu seorang gadis.

“ Apa aku kesana lagi yah..” gumam Rio

“ Hayo... mau kemana?” tanya Sivia yang tiba-tiba datang menghampiri Rio

“ Gak kog Vi..” jawab Rio

****
Seluruh panitia pensi dan anggota osis telah berkumpul di RO. Bu Ira terlebih dahulu memberi pengarahan lalu pergi dan membiarkan anak-anak muridnya itu berkreasi sendiri

“ Emm.. selain acara musik, ada yang punya usul lain untuk menambah meriah pensi nanti?” tanya Alvin selaku ketua Osis. Shilla mengangkat tangannya

“ Gimana kalo karya-karya dari sanggar lukis ikut di pamerin?” usul Shilla

“ Iya.. selain untuk memperkenalkan sanggar lukis sekolah kita, kita juga dapat menikmati keindahan yang tertuang di dalam gambar tersebut..” tambah Ify yang menjabat selaku panitia dan ketua sanggar lukis

“ Ide yang bagus... apa kalian setuju?” koor Alvin. Semua mengangguk

“ Oke.. untuk pameran lukisan, akan saya serahkan kepada kalian langsung, bila butuh bantuan, anggota osis lainnya bisa membantu..” kata Alvin pada Shilla dan Ify

Rapat pun selesai, semua anggota telah pulang hanya ada Ify, Shilla dan Alvin

“ Shil, mau pulang bareng gak?” tanya Alvin

“ Tapi Ify..”

“ Udah pulang aja sana, gue kan di jemput sama kak Iel..”

Shilla dan Alvin pun pulang bersama. Sedangkan Ify menunggu Gabriel. Tak berapa lama Gabriel pun datang. Ify segera masuk ke mobil

“ Kog siang banget Fy pulangnya?” tanya Gabriel

“ Tadi ada rapat mengenai pensi kak..” jawab Ify

“ Festival band lagi?”

“ Gak kog, nanti akan di gelar pameran lukisan sanggar seni... dan karya Ify juga akan di pamerin disana..”

“ Jiah.. kayaknya bakalan ada yang jadi pelukis beneran nih..”

“ Hehehe..”

“ Fy, kamu mau ikut gak besok, setelah pulang sekolah.. kita ke air terjun kemarin..?”

“ Mau ngapain kak?”

“ Yah.. kakak Cuma penasaran aja sama yang kamu bilang... mau gak?”

“ Gak bisa kak, acara pensi tinggal beberapa hari lagi, Ify lagi nyiapin buat pameran.. abis pensi aja gimana?”

“ Hm... okelah..”

****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar